Disadari atau tidak, dunia fotografer semakin merambah dan banyak diminati. Dengan adanya sosial media yang semakin bertambah, tidak sedikit pula orang yang membawa kamera untuk mengabadikan setiap kegiatan dan acara.

Untuk menjadi seorang fotografer lebih baik, langkah-langkah berikut mungkin akan membantu:

1. BELILAH KAMERA SESUAI ANGGARAN
Memiliki kamera untuk mendapatkan gambar yang baik, tidak perlu dengan harga yang selangit, carilah kamera yang sesuai dengan kemampuan kita, jika Anda adalah fotografer pemula, maka carilah kamera yang entry level yang memang ditujukan untuk beginner atau pemula. Kita ambil contoh kamera DSLR merk Canon EOS 1300D, Nikon D3400.

2. TAK KENAL MAKA TAK SAYANG

Kenalilah gear Anda. Setiap kamera mempunyai tombol dan fungsi yang berbeda, beda merk beda pengaturan fungsinya, sebelum melakukan pengambilan gambar, pastikan Anda sudah fasih dengan kamera milik Anda. Hal yang perlu diperhatikan ada mode yang perlu digunakan harus sesuai dengan lokasi dan obyek apa yang akan kita bidik, setelah mendalami tentang mode, maka kita otomatis akan ikut melakukan pengaturan pencahayaan.

3. MULAI DARI YANG TERDEKAT

Tidak perlu merasa malu menjadi seorang fotografer pemula, untuk lebih fasih dalam pengambilan gambar, tentu saja kita harus rajin-rajin memfoto subyek, tidak perlu bingung mencari obyek apa yang akan menjadi model kita, mulailah dari paling dekat dengan kita. Ambil contoh barang di kamar kita, seperti botol minum, jam tangan, gantungan kunci, dan lain sebagainya. Berlatihlah dalam melakukan pengaturan komposisi dan pencahayaan sesuai hasil yang didapat.

4. MEMAHAMI TENTANG EXPOSURE

Beberapa hal terkait dengan exposure adalah kita akan bermain dengan ISO, Aperture, shutter speed, ketiga hal ini berhubungan satu sama lain.

Pengaturan ISO di sini yang dimaksud adalah seberapa banyak cahaya yang akan masuk ke lensa. Jika dikondisikan pada ruangan terbuka dengan cahaya yang cukup banyak (pagi sampai siang hari), maka Anda dapat menggunakan ISO 100-200. Jika di dalam ruangan yang pencahayaannya kurang atau malam hari, maka ISO yang digunakan bisa di 800 ke atas, sesuai dengan kebutuhan.

Definisi Aperture adalah seberapa besar lensa yang terbuka saat kita mengambil gambar, sering ditemui pada foto dengan keterangan f/4 atau f/2.8, semakin kecil angka di belakang F, maka cahaya yang didapat semakin banyak, sebaliknya jika semakin besar angka di belakang F, maka cahaya yang didapat semakin sedikit, dan seterusnya.

Pengenalan akan shutter speed  tidak dapat dipisahkan, Anda dapat secara mudah memahami artinya, yaitu rentang waktu antara Anda mulai menekan tombol shutter sampai tombol shutter kembali ke semula. Hal ini berpengaruh pada kecepatan kamera menangkap gambar. Semakin cepat obyek bergerak, maka kecepatan yang digunakan harus di angka yang tinggi, misalnya 1/1000 dengan arti seperseribu detik, dan sebaliknya.

5. MEMAHAMI DEPTH OF FIELD (DOF)

Para fotografer mengenal istilah DOF, dimana artinya ukuran seberapa jauh fokus yang didapat dalam foto. Semakin lebar DOF, maka obyek sebagian besar akan terlihat tajam dan fokus. Sebaliknya, semakin sempit DOF, maka obyek akan terlihat hanya sebagian yang fokus, dan sisanya blur/ tidak fokus. Hal ini yang sering disebut dengan bokeh.

Penulisan di atas hanya sebagian kecil yang kami bagikan untuk Anda, kiranya dapat bermanfaat. Selamat mencoba.