Saat ini hampir semua kamera digital menyajikan 4 pilihan mode untuk mempermudah dalam pengambilan foto, yaitu mode M (manual), mode P (program), mode A (A/Av), mode S (Shutter), namun tidak banyak orang dapat memaksimalkan penggunaan mode-mode tersebut. Bahkan, Tidak jarang kita temui fotografer yang mengagung-agungkan salah satu mode dan menilai fotografer lain dari pilihan mode yang dipakainya. Ambil contoh seting manual (M), Setting manual seringkali dianggap sebagai setting yang biasa dipakai oleh para fotografer profesional sehingga tidak heran seorang pemula akan sangat bangga ketika orang lain menemukannya sedang memakai setting manual pada kamera mereka. Anggapan tersebut merupakan anggapan yang salah, karena seorang fotografer profesional akan menggunakan mode yang tepat pada kondisi yang tepat. Hal ini lebih kepada penguasaan kamera bukan kepada tampilan sementara mode pengaturan kamera. Sayapun saat ini  lebih sering memakai mode-mode selain manual, mode manual (M) saya gunakan pada kondisi-kondisi yang ekstrim atau sulit saja, yaitu kondisi yang memerlukan pengaturan yang sangat khusus saja.

 

Penggunaan mode P (Terprogram)

Pada mode ini kamera akan mengatur kecepatan rana dan apertur untuk mendapatkan pencahayaan yang optimal. Mode ini  berbeda dengan mode otomatis, mungkin mode ini dapat kita gambarkan sebagai mode yang lebih canggih dari otomatis dan kitapun dapat mengatur secara manual pemakaian lampu kilat yang ada pada kamera. Mode ini sangat baik bagi para pemula, karena mode ini dapat mengabadikan foto dengan mutu yang sangat baik pada lebih dari 85% kondisi pemotretan. Kondisi yang tidak dapat di atasi dalam mode ini adalah kondisi-kindisi yang ekstrim, seperti latar belakang putih, cahaya yang kurang atau pemotretan menghadap matahari.

Penggunaan mode S (Prioritas pada rana otomatis)

Dalam Mode ini kita dapat mengatur kecepatan rana secara bebas dan kamera akan dengan otomatis menyesuaikan apertur agar mendapatkan hasil yang baik. Kita dapat memakai mode ini pada obyek-obyek foto yang berkaitan dengan kecepatan. Kita dapat membekukan obyek atau membuatnya bergerak dengan menambahkan atau mengurangi kecepatan rananya.

Penggunaan mode A ( Prioritas apertur otomatis)

Pada mode ini kita dapat mengatur apertur dengan bebas dan kamera akan memilih kecepatan rana untuk mendapatkan hasil yang optimal. Kita dapat memakai mode ini untuk memfokuskan, membuat bokeh cahaya atau  memotret foto. Mode ini baik digunakan untuk mengaburkan background atau foreground dan mempertajam background atau foreground.

Penggunaan mode M ( Manual)

Mode ini membuat kita dapat menguasai sepenuhnya kamera kita, karena dengan mode ini kita dapat mengatur seluruh dari sistem kamera untuk mendapatkan hasil yang kita harapkan. Namun untuk pemula berhati-hatilah dalam menggunakan mode ini karena dengan pemahaman dan pengalaman yang masih minim, sangat mungkin kita akan kehilangan moment penting karena harus mengatur setting kamera terlebih dahulu.

Jadi pembaca sekalian, agar anda tidak kecewa karena anda merasa tertipu oleh judul maka saya sampaikan rahasianya. Rahasia seting cepat para master adalah dengan mengetahui setiap kelebihan dan kelemahan setiap mode pada kemera dan memakainya pada saat yang tepat. Jadi apabila situasi pemotretan berganti dengan cepat, layaknya seorang profesional anda dapat menentukan mode dan mengatur salah satu bagian saja.

Demikianlah hal yang saya dapat bagikan untuk pembaca sekalian. Semoga bermanfaat. Untuk dapat melihat detai setiap mode, pembaca sekalian dapat melihatnya pada tulisan saya yang lain.