Saat ini hampir semua kamera digital menyajikan 4 pilihan mode untuk mempermudah dalam pengambilan foto, yaitu mode M (manual), mode P (program), mode A (A/Av), mode S (Shutter) , namun tidak banyak orang dapat memaksimalkan penggunaan mode-mode tersebut.
Seringkali Setting manual dianggap sebagai setting yang biasa dipakai oleh para fotografer profesional sehingga tidak heran seorang pemula akan sangat bangga ketika orang lain menemukannya sedang memakai setting manual pada kamera mereka. Anggapan tersebut merupakan anggapan yang salah, karena seorang fotografer profesional akan menggunakan mode yang tepat pada kondisi yang tepat. Hal ini lebih kepada penguasaan kamera bukan kepada tampilan sementara mode pengaturan kamera. Saat ini kita akan membahas secara khusus tentang mode A.

A1

 

Baiklah mari kita langsung saja, membahas tentang mode A/Av pada kamera anda.  Pada mode ini kita dapat mengatur apertur dengan bebas dan kamera akan memilih kecepatan rana untuk mendapatkan hasil yang optimal. Dengan mode ini kita dapat menentukan efek fisual yang kita inginkan, apakah kita ingin mendapatkan foto yang seluruhnya tajam seperti di bawah ini :

Apertur1

 

Atau kita ingin mendapatkan ruang tajam yang sempit, untuk menampilkan  fokus, pusat perhatian dan memperkuat tampilan seperti pada foto-foto berikut ini :

Apertur2

 

Hinggap di Dahan
Hinggap di Dahan

 

Kita dapat memakai mode ini untuk memfokuskan, membuat bokeh cahaya atau  memotret foto. Mode ini baik digunakan untuk mengaburkan background atau foreground dan mempertajam background atau foreground. Dalam membuat hasil foto yang mengesankan permainan ruang tajam seringkali menampilkan efek visual yang menawan.

Jadi para pembaca setia JFM, sebelum memulai menciptakan foto, ingatlah selalu untuk menentukan efek visual apa yang kita ingin untuk tampilkan dalam foto-foto kita. Pahamilah bahwa bukaan diafragma besar untuk mendapatkan foto dengan ruang tajam yang tipis atau sempit sehingga menghasilkan latar belakang dan depan tampak lembut. Tampilan ini biasa dipakai untuk pemotretan makro, hewan, fashion, produk, potret dan glamor. Sedangkan  bukaan diafragma kecil untuk mendapatkan foto dengan ruang tajam yang lebar, sehingga latar depan dan latar belakang tampak tajam. Tampilan ini biasa dipakai untuk pemotretan interior, arsitektur dan pemandangan alam.