Saat ini hampir semua kamera digital menyajikan 4 pilihan mode untuk mempermudah dalam pengambilan foto, yaitu mode M (manual), mode P (program), mode A (A/Av), mode S (Shutter) , namun tidak banyak orang dapat memaksimalkan penggunaan mode-mode tersebut.
Seringkali Setting manual dianggap sebagai setting yang biasa dipakai oleh para fotografer profesional sehingga tidak heran seorang pemula akan sangat bangga ketika orang lain menemukannya sedang memakai setting manual pada kamera mereka. Anggapan tersebut merupakan anggapan yang salah, karena seorang fotografer profesional akan menggunakan mode yang tepat pada kondisi yang tepat. Hal ini lebih kepada penguasaan kamera bukan kepada tampilan sementara mode pengaturan kamera. Saat ini kita akan membahas secara khusus tentang mode M.

 

Manual1

Mode ini membuat kita dapat menguasai sepenuhnya kamera kita, karena dengan mode ini kita dapat mengatur seluruh dari sistem kamera untuk mendapatkan hasil yang kita harapkan. Namun untuk pemula berhati-hatilah dalam menggunakan mode ini karena dengan pemahaman dan pengalaman yang masih minim, sangat mungkin kita akan kehilangan moment penting harus mengatur setting kamera terlebih dahulu.

 

Manual2

Mode ini lebih cocok dalam suasana atau situasi pemotretan dengan setting yang tetap, misalnya di studio foto atau sesi pemotretan pernikahan saat foto bersama, dimana kekuatan penuh tergantung pada lampu studio yang telah di setting terlebih dahulu dimana diafragma dan bukaan rana di ataur secara  tetap.

Disamping memiliki tingkat kesulitan yang sangat banyak dalam pengaturannya, mode ini membuat kita memiliko kekuasaan penuh pada kamera kita dan sangat cocok pada pemotretan keadaan ekstrim seperti pada foto-foto diatas.

Demikian yang dapat penulis bagikan untuk berbagai metode penggunaan kamera kesayangan kita, bijaklah dalam memakai settingan di kamera anda karena moment yang indah tidak akan terjadi keduakalinya.