Saat ini hampir semua kamera digital menyajikan 4 pilihan mode untuk mempermudah dalam pengambilan foto, yaitu mode M (manual), mode P (program), mode A (A/Av), mode S (Shutter) , namun tidak banyak orang dapat memaksimalkan penggunaan mode-mode tersebut.

Seringkali Setting manual dianggap sebagai setting yang biasa dipakai oleh para fotografer profesional sehingga tidak heran seorang pemula akan sangat bangga ketika orang lain menemukannya sedang memakai setting manual pada kamera mereka. Anggapan tersebut merupakan anggapan yang salah, karena seorang fotografer profesional akan menggunakan mode yang tepat pada kondisi yang tepat. Hal ini lebih kepada penguasaan kamera bukan kepada tampilan sementara mode pengaturan kamera. Saat ini kita akan membahas secara khusus tentang mode S.

 

Dalam Mode ini kita dapat mengatur kecepatan rana secara bebas dan kamera akan dengan otomatis menyesuaikan apertur agar mendapatkan hasil yang baik. Kita dapat memakai mode ini pada obyek-obyek foto yang berkaitan dengan kecepatan. Kita dapat membekukan obyek atau membuatnya bergerak dengan menambahkan atau mengurangi kecepatan rananya.

Mode ini memberikan banyak efek-efek yang mengagumkan misalnya seperti panning, slow sync dan lain-lain. Dengan menggunakan mode ini kita dapat membekukan obyek foto dan menimbulkan kesan melayang pada kecepatan rana 1/300, 1/500 sampai 1/7000.

 

Selain membekukan obyek kita juga dapat membuat kesan gerak pada obyek-obyek dengan kecepan rana 1, ½, ¼, 1/15 atau bahkan lebih lambat. Kesan gerak yang ditimbulkan sangatlah unik seperti pada foto murid-murid saya di bawah ini. Foto ini saya ambil beberapa waktu lalu ketika perpisahan kelas 3 SMA di pulau bali.